Bisnis Menggiurkan Umbrella Girl

Semaraknya balapan tak lengkap tanpa peran umbrella girl. Seperti gadis-gadis berpayung tersebut memang sengaja dipersiapkan untuk meningkatkan adrenalin para pembalap sebelum memulai race start. Kesemuanya itu di-setting dalam sebuah management yang profesional. Dimulai dari pencarian talent-talentnya, penyediaan, sampai pada konsep pengemasan performa mereka, para umbrella girl tersebut. Adalah segelintir maupun sekelompok orang yang biasanya menggabungkan diri dalam sebuah agensi, yang tugasnya menyediakan jasa pengadaan para talent untuk dijadikan umbrella girl tersebut. Agency ini bisa bermacam-macam bentuk dan fungsinya. Kita ambil contoh Model Indonesia Agency, sebuah model agensi jasa penyedia talent umbrella girl, yang berkantor di bilangan Jl. Rasmala Raya, Pancoran, Jakarta. Mereka menyebut diri sebagai agency online, yang bekerja melalui website, dimana mereka biasa menampangkan puluhan, bahkan ratusan talent yang bisa diakses untuk keperluan event balap yang memang memerlukan umbrella girl. Taufik Hidayat, sebagai salah satu ownernya bertutur mengenai model konsep agensinya. "Kita ini agency online. Kami tampilkan database para talent, termasuk profil dan foto mereka, agar klient dapat melihat dan memilih mereka sesuai dengan kriteria yang mereka butuhkan. Setelah itu tinggal hubungi kami, bisa via phone atau email," ujar Taufik kepada detikOto. Cara kerjanya sederhana, para talent tinggal mengirimkan biodata dan fotonya ke Model Indonesia, dan membayar biaya registrasi. Setelah itu, pihak model indonesia akan menampilkan mereka di halaman website mereka. Dan bila ada permintaan dari klient, pihak Model Indonesia tinggal menghubungi para talent yang terpilih. "Keuntungannya sistem seperti itu, pastinya tidak banyak makan biaya. Tinggal kirim foto dan biodata, kami tampilkan, beres. Lalu tunggu ribuan orang melihat profil tersebut secara online. Selebihnya, deal bisa dilakukan melalui kami, atau langsung antara klien dan talent tersebut," ujarnya. Taufik menuturkan, agensi miliknya bergerak berdasarkan networking, yang sampai saat ini memiliki lebih dari 3.000 member yang semuanya stand by. Mereka menjadikan website sebagai wadah atau tempat untuk mempublikasikan biodata dan foto talent pada khalayak, terutama klien sebuah event yang membutuhkan umbrella girl. Taufik mengaku, dalam satu minggu, setidaknya 4 event bisa dia fasilitasi untuk mendapatkan talent-talent yang dibutuhkan untuk event tersebut. Prosesnya, dimulai dengan permintaan klien, kemudian pihak Agency memberikan beberapa referensi talent yang bisa dipilih satu persatu. Setelah itu, barulah tawar-menawar harga, karena menurutnya, mengenai fee, setiap talent itu berbeda-beda. "Setelah semua itu selesai, kami selalu minta fixed line, seperti nomor kontak, alamat kantor, sampai kalau perlu kita survei. Semua itu untuk mengantisipasi penipuan maupun hal-hal yang tidak diinginkan apapun yang bisa terjadi pada talent-talent kami," ujarnya. Agen model seperti ini lebih bersifat 'sombiosis-mutualisme'. "Kita minimal mendapatkan masukan dari biaya registrasi talent yang ingin biodatanya publish di website kami, para talent mendapatkan publikasi yang luas melalui website ini, dan para klient dapat dengan mudah memilih dan menentukan para talent berdasarkan pada kriteria yang mereka butuhkan, dimanapun talent itu berada. Selama masih di Indonesia, kita sanggup," ujar Taufik.

Mengenai fee, Taufik mengungkapkan, bahwa hal itu biasanya tergantung dari budget yang disediakan klien. Komunikasi yang terbuka selalu mereka lakukan kepada talent-talent mereka mengenai hal ini.

Dan setiap talent bisa menerima atau menolak penawaran fee tersebut, namun bisa juga kesepakatan fee langsung dilakukan oleh klient terhadap talent-talent yang dipilihnya.
"Masalah fee, kita fleksibel. Kita open mengenai fee. Ini ada budget segini dari klien, buat kamu sekian, buat kami sekian, kamu mau atau tidak?" ujar Taufik.
Karenanya, Taufik tidak menentukan besaran jumlah fee pada setiap talent-talentnya. Ia mengaku memiliki taksiran sendiri terhadap para talent-talentnya. Dan semuanya berbeda-beda, tergantung event dan peruntukkannya.

Kreteria bagi para talent bermacam-macam, bila untuk umbrella girl, Taufik selalu mensyaratkan tinggi badan minimal 165 cm sampai 170 cm. Kemudian bentuk tubuh secara keseluruhan, warna kulit, tipe wajah, ukuran baju, sepatu dan lain sebagainya.
"Biasanya kalau untuk umbrella girl rata-rata sebatas fisik. Tidak terlalu memerlukan brain. Beda dengan presenter, dia minimal harus smart, dan berwawasan luas. Untuk umbrella, cukup seksi, tapi tentunya ada standarisasinya. Tinggi badan, warna kulit, bentuk tubuh, bahkan untuk event A1 tahun ini, yang batal kemarin, klien kami meminta yang ukuran bra-nya 36," ucap Taufik antusias.

Lain lagi modelnya 3 Bendera Agency, yang menyulap sebuah rumah menjadi kantor di bilangan Jalan. Muara Rajen Baru, Bandung.

Sebagaimana Model Indonesia, Agency yang menamakan diri 3 Bendera ini memang tidak bergerak melalui media online, namun tetap sebagai agency yang menyediakan talent-talent seperti misalnya umbrela girl.

"Pada dasarnya, kami sebuah event organizer, yang didalamnya terdapat agency penyedia talent-talent yang dibutuhkan pada sebuah event. Umbrella Girl misalnya," ujar Lia, selaku pemilik 3 Bendera Agency, ketika membuka percakapan.

3 Bendera berdiri karena didalamnya terdapat tiga bidang yang berbeda-beda namun saling menopang. Pertama adalah event organizer, kemudian agency, dan yang terakhir terdapat sekolah modelling.

"Berangkat dari event organizer tersebut, kan pasti membutuhkan talent-talent, yang juga harus kita didik agar memiliki kriteria tertentu," ujarnya.

Lia mengungkapkan, setiap talent yang dipegang olehnya, harus melalui tahapan-tahapan dan proses berdasarkan standarisasi yang dimiliki agencynya.

Dimulai dari screening secara fisik, kemudian interview. Semua itu dilakukan agar talent yang dihadirkan oleh agensinya, sebisa mungkin memenuhi kriteria yang dibutuhkan klien-kliennya.
"Screening dan interview itu penting. Kita jadi mengetahui, keadaan talent secara fisik dan juga karakter dan pembawaannya. Pola pikirnya, cara komunikasinya," ujarnya.
Talent yang ingin bergabung tinggal mengirimkan CV, untuk kemudian mengikuti proses interview.
Bila kemudian ada tawaran event dari klien, barulah dilakukan screening secara fisik agar memenuhi kriteria klien. Selain itu, Lia juga bisa mendapatkan talent-talentnya dengan cara survey pada setiap event yang ada.

Bila interview dilakukan untuk mengetahui isi kepala para talent, maka screening dilakukan untuk mengetahui kondisi talent secara fisik, terutama untuk umbrella girl, yang menurut Lia biasanya memerlukan kriteria yang detail dan spesifik.
"Untuk umbrella girl, biasanya kliennya rewel. Sangat detail. Wajar, karena biasanya budget yang ditawarkan juga besar. Seperti misalnya untuk ukuran tinggi badan. Kemudian bentuk tubuh pun secara spesifik diteliti. Sehingga secara fisikal, tampilan umbrela girl tidak akan mengecewakan," ujarnya.

http://us.oto.detik.com/